Santri sering dianggap hanya belajar tentang keagamaan dan kitab saja di pondok pesantren. Hal ini diamini juga dari pemaknaan “Santri” yaitu mereka yang menuntut ilmu agama dan tinggal di pesantren. Pemaknaannya bukan hanya itu saja, siapa saja yang menjalankan ilmu agama Islam maka dapat disebut sebagi santri. Santri yang belajar di lingkungan pesantren maupun tidak tetap dipandang sebagai orang yang memiliki pengetahuan agama lebih dan taat menjalankannya.
Namun, di zaman yang makin canggih dan modern ini, pemaknaan santri makin meluas. Kementrian Keagamaan RI juga menyatakan hal yang sama. Bahwasannya santri tidak hanya mereka yang pernah belajar di pondok pesantren, tetapi juga mereka-mereka yang memiliki pemahaman dan cara pengalaman keagamaan sebagaimana layaknya santri, yaitu pemahaman Islam yang moderat (wasathiah), toleran (tasamuh), yang cinta Tanah Air karena dasar agama.
Kemudian kita menghadapi dengan santri yang berjiwa sosialis. Menurut Karl Max sosialisme merupakam sebuah utopis , dimana ideologi ini memimpikan masyarakat yang ideal dan adanya kesempurnaan dalam distribusi kemakmuran. Maka, jiwa sosialisme merupakan jiwa yang meinginkan masyarakat yang ideal dan kesempurnaan dalam distribusi kemakmuran. Sebelum mengulik hal tersebut, kita harus tau apa itu Islam Kiri. Sebab sosialisme sering diidentikkan dengan “Kiri”. Menurut Eko Prasetyo, Islam Kiri merupakan Islam yang meletakkan masalah sosial seperti ketimpangan kelas, ketidakadilan, problem pencemaran lingkungan, dan diskriminasi gender sebagai perhatian utama. Ia menjelaskan bahwa Islam Kiri memandang Tuhan sebagai kekuatan absolut yang mendorong manusia untuk meneguhkan keadilan dan berpihak pada mereka yang lemah dan tidak berdaya.
Dari pernyataan Eko tersebut kita bisa melihat bahwa Islam Kiri bukan komunis atau ateis. Namun hanya melihat Marxisme itu sebagai pengetahuan, bukan sebagai ideologi. Islam Kiri juga bukan suatu sekte atau aliran seperti Sunni, Syiah, Salafi, Wahabi, dan sebagainya. Islam Kiri tidak berbicara soal akidah, tapi mempersoalkan bagaimana umat Islam terlibat dalam program sosial.
Lalu kita lihat bahwa apakah ada santri berkaitan dengan Islam Kiri sehingga mereka memiliki jiwa sosialisme. Perlu diingatkan kembali, bahwasannya sosialisme di sini bukan berkonteks tentang ideologi politik sekuler, melainkan tentang “Sosialisme Islam” yang menekankan keadilan sosial, persamaan derajat, dan semangat gotong royong.
Secara tidak langsung santri memiliki nilai-nilai dari sosialisme tersebut. Dari Surat An Nahl ayat 90, menjelaskan bahwa Allah menyuruh kepada semua hamba-Nya untuk berlaku adil dan berbuat kebajikan dalam ucapan, sikap, tindakan, dan perbuatan mereka. Baik kepada diri sendiri maupun orang lain.
Dalam Surat Al-Hujurat ayat 13, juga menjelaskan nilai sosialisme tentang persamaan derajat manusia. Yang mana Allah menciptakan manusia dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, semua manusia sama saja derajat kemanusiannya, tidak ada perbedaan antara satu suku dengan suku lainnya. Allah menjadikan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal dan membantu satu sama lain.
Masih banyak lagi ayat-ayat yang mengandung unsur sosialisme dan menjadi rujukan bagi santri untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Dari sebagian tulisan ini dapat disimpulkan bahwa Santri berjiwa sosialis itu memang ada, dan secara tidak langsung berkaitan dengan pemikiran “Islam Kiri” yang mana masalah-masalah sosial menjadi perhatian utama.
Ref:
Detik.com. (2022, 25 Mei). Apa arti kata santri? Ternyata punya makna yang luas. https://www.detik.com/sulsel/berita/d-6995453/apa-arti-kata-santri-ternyata-punya-makna-yang-luas
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2022, 25 Mei). Menag: Maknanya diperluas, santri tidak hanya mereka yang pernah belajar di pontren. https://kemenag.go.id/nasional/menag-maknanya-diperluas-santri-tidak-hanya-mereka-yang-pernah-belajar-di-pontren-i6y5t4
BBC News Indonesia. (2024, 15 Maret). Santri: Dari pelajar pesantren hingga pejuang kemerdekaan Indonesia. https://www.bbc.com/indonesia/articles/cndr0d4y71jo
Quran.nu.or.id. (n.d.). An-Nahl ayat 90. Diakses 23 April 2026, dari https://quran.nu.or.id/an-nahl/90
Quran.nu.or.id. (n.d.). Al-Hujurat ayat 13. Diakses 23 April 2026, dari https://quran.nu.or.id/al-hujurat/13
file:///C:/Users/THARIQ/Downloads/3.1.3_MOHAMMAD+HATTA+DAN+SOSIALISME+ISLAM+(1).pdf

