SURABAYA – Program pengabdian masyarakat bertajuk AKSARA (Aksi Santri CSSMORA UINSA) 2025 sukses menebar manfaat di kawasan Kampung Dolly, Surabaya. Melalui rangkaian kegiatan yang berlangsung selama satu pekan penuh, para santri berupaya melakukan pemberdayaan terintegrasi untuk mengubah wajah Kampung Dolly menjadi lebih positif dan produktif.
Pada pelaksanaan hari ketiga, Senin (22/12/2025), kegiatan dipusatkan di Pasar Burung Gang Dolly dengan fokus pada penguatan pondasi sosial dan lingkungan. Ketua pelaksana AKSARA 2025, Alwiyyah, menjelaskan bahwa pengabdian dilakukan secara terintegrasi melalui lima divisi, yakni Pendidikan, Sosial dan Kemasyarakatan, Kesehatan, Media Informasi, serta Ekonomi, Pariwisata, dan Lingkungan (Ekoparling). “Kami bergerak secara paralel. Divisi Ekoparling mengedukasi warga tentang manajemen bank sampah, sementara divisi Sosial Kemasyarakatan melakukan aksi penghijauan menggunakan galon bekas bersama kelompok tani,” ujar Alwiyyah. Di sisi lain, divisi Pendidikan mulai menanamkan motivasi belajar kepada anak-anak melalui Sekolah Inspirasi dan Profesi dan TPQ.
Divisi Ekoparling menggelar edukasi manajemen bank sampah dan aksi penghijauan bersama warga, sementara Divisi Pendidikan menjalankan program Sekolah Profesi dan pengajaran TPQ untuk meningkatkan motivasi belajar anak-anak Kampung Dolly. Di sisi lain, Divisi Media Informasi berperan dalam penguatan citra positif Kampung Dolly melalui pencitraan digital.
Memasuki hari ketujuh, Jumat (26/12/2025), antusiasme warga semakin meningkat sehingga kegiatan difokuskan pada sektor pendidikan dan kesehatan melalui Dolly Competition serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis (medical check-up) bagi warga dewasa dan lansia.
Salah satu peserta, Firman, menilai AKSARA 2025 sebagai langkah nyata santri dalam memberikan kontribusi sosial.“Kesan saya sangat luar biasa. Di tahun pertama ini, AKSARA mampu memberikan manfaat dan dampak positif bagi masyarakat. Harapannya, kegiatan ini terus dioptimalkan agar potensi di lokasi pengabdian dapat digali secara maksimal,” ujarnya. Firman juga menegaskan bahwa santri memiliki tanggung jawab moral untuk hadir dan berkontribusi bagi masyarakat. “Santri mesti mengabdi, mengabdikan diri untuk negeri,” imbuh Firman.
Melalui AKSARA 2025, kolaborasi antara santri dan masyarakat diharapkan dapat terus berlanjut dalam membangun Kampung Dolly sebagai kawasan yang edukatif, sehat, dan berwawasan lingkungan.

